
Invalid Date
Dilihat 75 kali

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pengabdian yang dilaksanakan oleh para mahasiswa selama berada di Paroki Wulandoni dan Desa Wulandoni. Dengan penuh antusiasme, para mahasiswa berbaur dengan masyarakat untuk menyaksikan secara langsung tradisi pasar barter yang hingga kini masih tetap dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat setempat.
Di pasar tersebut, para mahasiswa melihat bagaimana berbagai hasil bumi seperti sayuran, pisang, kelapa, umbi-umbian, ikan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya dipertukarkan tanpa menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Seluruh proses berlangsung atas dasar kesepakatan, kejujuran, dan rasa saling percaya.
Melalui pengalaman tersebut, para mahasiswa memperoleh pelajaran berharga bahwa kehidupan bermasyarakat tidak hanya dibangun atas dasar nilai ekonomi semata, tetapi juga ditopang oleh semangat gotong royong, solidaritas, dan persaudaraan yang kuat.
Usai mengikuti kegiatan pasar barter, para mahasiswa bersama pendamping dan masyarakat mengabadikan momen kebersamaan sambil membawa hasil barter yang mereka peroleh. Keceriaan yang tampak dari wajah para peserta mencerminkan rasa syukur dan kebahagiaan atas pengalaman yang tidak mereka dapatkan di ruang perkuliahan.
Kepala Desa Wulandoni menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para mahasiswa dalam mengenal dan menghargai kearifan lokal masyarakat.
"Pasar Barter Wulandoni bukan sekadar aktivitas jual beli tanpa uang. Tradisi ini mengajarkan kita tentang kejujuran, kebersamaan, saling menghargai, dan semangat berbagi. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang tidak melupakan akar budaya masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, para mahasiswa mengaku terkesan dengan nilai-nilai yang mereka temukan dalam tradisi tersebut. Bagi mereka, Pasar Barter Wulandoni menjadi ruang belajar yang nyata tentang kemanusiaan, kepercayaan, dan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta menjadi sarana pembentukan karakter melalui semangat pelayanan dan pengabdian.
Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Stanislaus Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Periode 2025/2026 tidak hanya menjadi wadah untuk berkarya di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dari kehidupan, menghargai kearifan lokal, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
"Belajar dari masyarakat, melayani dengan kasih, dan pulang membawa nilai-nilai kehidupan."
Bagikan:

Desa Wulandoni
Kecamatan Wulandoni
Kabupaten Lembata
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini